Dinkominfo Bojonegoro dan RSUD Sosodoro Perkuat Edukasi Menyusui untuk Generasi Sehat
Dinas Komunikasi dan Informatika
Tim Publikasi Informasi Publik
"Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) terus memperkuat upaya edukasi kesehatan masyarakat melalui program SAPA Bojonegoro di Radio M..."
Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) terus memperkuat upaya edukasi kesehatan masyarakat melalui program SAPA Bojonegoro di Radio Malowopati FM, Rabu (19/8/2026). Melalui program tersebut, masyarakat mendapatkan informasi kesehatan langsung dari narasumber yang kompeten, salah satunya mengenai pentingnya praktik menyusui sebagai fondasi awal kehidupan bayi.
Dalam edisi bertema “Penguatan Praktik Menyusui Sebagai Awal Kehidupan yang Berkelanjutan”, Sapa Bojonegoro menghadirkan Lusy Kurniawati, S.ST selaku Kepala Ruang Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Komprehensif (PONEK) RSUD Sosodoro Djatikoesoemo, dengan dipandu oleh host Lia Yunita.
Dialog tersebut membahas pentingnya pemberian ASI sejak awal kehidupan, mulai dari Inisiasi Menyusu Dini (IMD), ASI eksklusif, kolostrum, hingga dukungan keluarga bagi ibu menyusui.
Lusy menjelaskan bahwa menyusui memiliki peran penting dalam mendukung tumbuh kembang bayi sekaligus memberikan manfaat kesehatan bagi ibu. Salah satu langkah utama yang perlu dilakukan setelah persalinan adalah Inisiasi Menyusu Dini (IMD), yaitu meletakkan bayi di dada ibu untuk melakukan kontak kulit dengan kulit dan membantu bayi menemukan puting secara alami. Proses tersebut juga merangsang hormon oksitosin yang membantu kontraksi rahim sehingga dapat mengurangi risiko perdarahan setelah melahirkan.
Ia menyampaikan bahwa ASI eksklusif merupakan investasi kesehatan sejak awal kehidupan karena diberikan kepada bayi sejak lahir hingga usia enam bulan tanpa tambahan makanan maupun minuman lain. Kandungan nutrisi dalam ASI berperan penting dalam mendukung perkembangan otak serta meningkatkan sistem kekebalan tubuh bayi agar lebih terlindungi dari berbagai risiko penyakit.
Dalam kesempatan tersebut, masyarakat juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya kolostrum atau ASI pertama yang keluar setelah persalinan. Lusy menegaskan bahwa kolostrum tidak boleh dibuang karena mengandung antibodi tinggi yang sangat dibutuhkan bayi untuk membangun sistem kekebalan tubuh dan membantu proses adaptasi pada masa awal kehidupan.
Selain pemberian ASI, teknik menyusui yang tepat juga menjadi faktor penting keberhasilan menyusui. Posisi dan pelekatan bayi yang benar dapat membantu bayi memperoleh ASI secara optimal serta mengurangi risiko nyeri maupun lecet pada puting ibu. Menurut Lusy, berbagai kendala pada masa awal menyusui dapat diatasi melalui edukasi dan pendampingan yang tepat.
Keberhasilan menyusui juga membutuhkan dukungan dari keluarga, terutama pasangan. Suami dan keluarga memiliki peran dalam memberikan dukungan emosional, membantu ibu selama masa menyusui, serta menciptakan lingkungan yang mendukung pemberian ASI. Selain itu, fasilitas publik dan tempat kerja juga diharapkan menyediakan ruang laktasi agar ibu tetap dapat memberikan ASI meskipun memiliki aktivitas di luar rumah.
Melalui pelayanan PONEK, RSUD Sosodoro Jatikusumo berkomitmen memberikan pendampingan kepada ibu sejak masa kehamilan hingga setelah persalinan. Edukasi mengenai IMD, ASI eksklusif, dan teknik menyusui terus dilakukan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak. Dengan pemahaman yang semakin baik, praktik menyusui diharapkan menjadi langkah nyata dalam membangun generasi Bojonegoro yang lebih sehat dan berkualitas. [dh/nn/ans]